Dalam upaya memperluas jejaring kolaborasi internasional dan memperkuat peran perguruan tinggi dalam isu perlindungan pekerja migran, Migrant Resource Center Universitas Muhammadiyah Purwokerto (MRC-UMP) menjalin kerja sama dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara MRC-UMP dan KJRI Hong Kong dalam bidang pelindungan, pemberdayaan, serta peningkatan kapasitas pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di luar negeri, khususnya di wilayah Hong Kong dan sekitarnya. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak berdiskusi mengenai berbagai isu aktual yang dihadapi oleh PMI, seperti hak-hak ketenagakerjaan, akses pendidikan dan pelatihan, hingga dukungan psikososial bagi pekerja migran perempuan.
Perwakilan KJRI Hong Kong menyambut baik kerja sama ini dan menilai bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi, khususnya melalui MRC-UMP, dapat memperkuat pendekatan ilmiah dan edukatif dalam menangani isu-isu migrasi. KJRI juga membuka peluang kerja sama dalam bentuk program edukasi literasi hukum dan keuangan bagi pekerja migran, pelatihan keterampilan, serta penelitian bersama terkait kondisi sosial-ekonomi komunitas PMI di Hong Kong.
Melalui kemitraan ini, MRC-UMP berkomitmen untuk terus memperluas kontribusi nyata dalam isu migrasi internasional, sekaligus mendukung diplomasi perlindungan WNI di luar negeri. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi contoh sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan perwakilan pemerintah Indonesia dalam mewujudkan pekerja migran yang terlindungi, berdaya, dan bermartabat.


